Langsung ke konten utama

Postingan

Hilang Timbul

Keinginan yang sudah lama kembali muncul ke permukaan. Setelah sekian waktu tenggelam di air dalam, malam ini lagi-lagi setengah badannya terlihat timbul. Sudah begitu lama pengen study aboard, melanjutkan ke luar negeri. Mimpi dari masa SMA. Seru pasti melihat dunia yang lebih luas, menemukan orang-orang baru, memegang dingin putihnya salju, atau menyaksikan daun yang berguguran di musim kemarau. Menonton film atau membaca novel sudah cukup menjadi obat rindu. Gambaran tentang rapihnya tata kota, majunya teknologi, intelektualitas orang-orangnya. Wah, bakal menjadi pengalaman tak terlupakan sepanjang hidup. Di tengah jalan keinginan itu sempat padam. Tidak ramahnya mereka, mahalnya biaya hidup, tidak nyambungnya dengan kebutuhan masyarakat Indonesia (jadi gak bakal guna ilmunya) membuat saya berpikir ulang. Menguburkan pelan-pelan mimpi lama itu. Malam itu, saya nggak sengaja bertemu kawan SMA yang kuliah di Jerman. Kami bermain game yang sedang viral saat ini, PUBG. Banyak...

Wisata Malam Di Dolly

Surabaya (20.17 WIB ) Matahari belum sepenuhnya tenggelam ketika tulisan besar 'SURABAYA' terlihat megah melatar belakangi mall besar di kota pahlawan. Finally , setelah 10 jam melalui 3 provinsi dan pantat yang hampir mata rasa sampailah di ibukota penuh sejarah ini. Surabaya selalu menggambarkan diri sebagai sosok yang angkuh di daratan. Memakan habis kota-kota kecil di sudut-sudutnya. Bukan karena sombong, tapi memang predikat itu layak disematkan kepada metropolitan yang punya aspal lebar, trotoar sepanjang jalan, dan gedung pencakar memenuhi langit-langit.  Sungguh, susah ditemukan tandingannya. Mungkin Kota Apel sudah mendekati, tapi perlu 2 jam menuju ke sana, jadi tidak masuk ke dalam hitungan. Mustahil pergi ke kota ini tanpa kenalan. Bisa-bisa jadi gelandangan yang terjebak di warung dengan harga tinggi. Maka saya sudah mempersiapkan itu semua. Berbekal sedikit relasi saya menghubungi kenalan lama. Bukan teman ya, masih dianggapnya kenalan karena baru sekali kami...

Melawan Hujan

Bantul (05.18 WIB) Air yang jatuh dari langit perlahan mengendurkan intensitasnya. Jika saat ini langit tersibak cahaya, mungkin akan terlihat awan hitam yang menggumpal. Sayangnya hari masih begitu pagi untuk itu. Ini adalah hari bersejarah buat saya. Saya untuk pertama kalinya akan melakukan solo riding terjauh yang pernah saya lakukan. Seorang diri (dan bersama motor tentunya) menyebrangi puluhan kecamatan, belasan kabupaten, dan dua-tiga pulau. Sebenenarnya saya sudah sedari dulu memimpikan perjalanan ini. Tapi sekarang baru terealisasi. Saya sungguh excited sekali! Tidak sabar segera melanjutkan perjalanan. Mungkin benar kata orang. Lingkungan dapat merubah sempurna persepsi kita. Sebagian teman dan keluarga saya terkaget-kaget, setengah tidak percaya. "Hah? Serius? Jauhh sekali.." "Yang bener kamu? Itu gak gampang lho, apalagi lagi musim hujan sekarang.." Dan masih banyak yang lain. Namun keraguan saya cepat hilang. Kenapa? Karena itu bukanlah sesuatu y...

Sebuah Permulaan Yang Berakhir

Tulisan ini mungkin sedikit bernuansa ' curhat' . Tapi sebenarnya tidak , saya hanya ingin berbagi pengalaman yang kiranya dapat berguna buat diri saya sendiri maupun pembaca sekalian . Sekalgius juga buat penyemangat . Bahwa saya , dan apa yang sedang saya perjuangkan sekarang , masih belum selesai . Cerita ini bermula dari awal masuk kuliah. Seperti mahasiswa baru pada umumnya. Mereka pasti akan memilih banyak organisasi untuk diikuti. Tertarik, ikut. Diajak teman, ikut. Lihat pamflet keren, ikut. Saya pun jadi salah satu yang melakukan itu. Sekitar lima organisasi saya ikuti. Tentu saja, pilihan yang saya ambil sesuai hati nurani dan keinginan. Saya dari dulu nggak pernah suka dengan pemaksaan. Perjalanan setelah itu aman-aman saja. Saya ikut kegiatan, berkenalan dengan teman-teman lintas jurusan, jadi panitia sebuah acara, dan lain sebagainya. Saya antusias sekali. Banyak hal baru yang saya dapatkan & tidak didapatkan saat SMA dulu. Karen...

Wafiq Zuhair dan Mimpi-mimpinya

"Fiq, kamu cocok deh jadi penulis.." "Tulisanmu bagus. Kadang suka ngena di hati.." "Nilai bahasamu selalu baik. Bukankah itu pertanda?" Oke. Stop. Beberapa tahun yang lalu seringkali mendapatkan kata-kata seperti ini. Tepatnya di masa SMA. Memang saya terkenal paling jago merangkai kata. Jika ada lomba puisi atau tugas membuat cerita saya dijadikan tumbal. Walaupun pada akhirnya bukan saya yang membacakan puisi itu di depan. Yeah, setidaknya ada rasa bangga sedikit, padahal hanya lingkup satu kelas berisikan 22 orang siswa. Benar kata orang. Waktu dapat menggeruskan impian seseorang. Itu kenapa ketika kecil dulu semangat sekali mengacungkan tangan. Berteriak dengan begitu meyakinkan. "Aku mau jadi polisi..!!" "Aku pengen jadi pilott..!!" "Besok besar aku jadi dokter aja, biar bisa bantu banyak orang..!" Dan masih banyak lagi. Seiring usia bertumbuh, seiring mata yang semakin memahami realitas kehidupan. Impian-impia...

Muslim United : Greget Maksimal..!

Masjid Gedhe Kauman tumpah! Lautan manusia dari berbagai latar belakang memenuhi setiap sudutnya. Ada yang celananya cingkrang, celana jeans, dari yang jenggot tebal sampai yang tipis, berpeci, bersorban, berbatik, ataupun bersarung. Semuanya ada di sini. Masjid yang terletak di jantung Kota Jogja itu tidak besar sebenarnya. Namun memiliki halaman yang cukup luas di timur dan utaranya. Semuanya benar-benar penuh. Tidak ada tempat kosong tersisa. Yang di luar duduk takzim dengan alasnya masing-masing. Bahkan banyak  juga yang berdiri karena tidak kebagian tempat duduk, padahal di halamannya! Ada acara apa? Konser musik? Tentu saja bukan. Kampanye politik? Apalagi, bukan juga Mereka disatukan oleh Allah di tempat itu. Disatukan oleh iman dan rasa persatuan yang tinggi. Bayangkan saja, ada yang jauh-jauh dari luar Jogja, Bekasi, Jawa Timur, Luar Jawa. Mereka tidak dibayar, juga tidak mendapat nasi bungkus gratis. Tapi islam menyatukan mereka. Tapi keinginan untuk bersatu mengikat ha...

Negeri Di Tepi Jurang

Oke, sengaja saya lanjutkan di sini dengan berbagai pertimbangan. Bilang aja biar blognya banyak pengunjung :) Itu juga sih. Hehe. Tapi selain itu, menulis di blog bisa lebih lepas dan bebas. Nggak terbebani dengan space tulisan yang terbatas (di instastory) karena pembahasan kali ini mungkin agak sensitif dan berat. Oke, kita lanjut ya.. Jadi, ceritanya saya mendapat kesempatan magang di Yayasan Lembaga Perlindungan Anak (YLPA) Yogyakarta. YLPA itu bukan milik pemerintah. Tapi dalam kerjanya banyak dibantu KEMENSOS dan pemerintah daerah. Udah cukup terkenal lah. Walaupun di Jogja banyak lembaga semacam ini tapi YLPA selalu jadi yang terdepan dalam menyelesaikan berbagai macam kasus. Hampir setiap bulan ada kasus baru. Baru beberapa hari masuk, saya sudah diminta melakukan pendampingan ABH (Anak Berhadapan Hukum) di salah satu lembaga sosial. ABH itu anak-anak dan remaja yang sedang menunggu proses hukum/persidangan. Hati saya dag-dig-dug ser menunggu. Mereka bukan anak semb...