Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label mimpi

Untukmu Yang Sedang Berjuang

Malam menyapa Sumbawa untuk kesekian kalinya. Seperti biasa, malam dan jalan Sumbawa adalah dua alasan yang cukup untuk memacu motor di atas 80 km/jam. Namun, niat itu seketika diurungkan karena angin yang seperti menusuk hingga tulang.  Musim kemarau kali ini entah kenapa begitu terasa dingin. Siang yang begitu berkontradiksi dengan datangnya malam yang sangat dingin. Pengaruh angin muson atau apalah, yang pasti di beberapa daerah mengalami kejadian yang sama. Bahkan sampai minus berapa derajat.  Cuaca seperti ini mengingatkan pada rumah. Terletak persis di kaki gunung, Temanggung adalah kuatota yang selalu diselimuti kabut tipis setiap paginya, sedikit sekali disapa matahari, sekaligus juga memiliki air es yang membuat siapapun enggan  untuk mandi pagi.  Hampir setiap pagi, ketika mata masih berusaha menahan kantuk, Bapak sudah siap dengan jaket tebalnya. Jarak tempat kerjanya yang lumayan jauh (satu jam perjalanan) membuatnya harus bersiap-siap sesaa...

Berjalan Di Antara Dua Pilihan

"Kapan sidang kamu?" Jika dihitung, pertanyaan itu muncul sudah seperti anjuran dokter untuk minum obat. Tiga kali sehari. Setiap menghadiri sidang orang, setiap bertemu saudara senasib sepenanggungan (sama-sama mahasiswa tingkat akhir), hampir selalu kalimat itu yang keluar. Tidak salah sih, justru memotivasi sekaligus juga jadi cambuk agar terus berada di zona ikhtiar untuk mencapai ke sana. Akhir-akhir ini tekanan begitu hebat. Teman yang jauh sekali jaraknya (karena saya termasuk asabiqunal awalun yang seminar proposal skripsi), sudah pada sidang terlebih dahulu. Tentu ada perasaan lega dan senang melihat mereka yang begitu bahagia keluar dari kelas sehabis dibantai habis-habisan oleh penguji. Namun tak dapat dipungkiri, di hati yang paling dalam terdapat rasa jengkel terhadap diri sendiri.  "Masak kalah sih sama mereka! Kamu loh seminar proposal duluan! Ayolah, don't waste your time!." Semua orang pasti ada masanya. Thats right!. Lagipula siap...

Wafiq Zuhair dan Mimpi-mimpinya

"Fiq, kamu cocok deh jadi penulis.." "Tulisanmu bagus. Kadang suka ngena di hati.." "Nilai bahasamu selalu baik. Bukankah itu pertanda?" Oke. Stop. Beberapa tahun yang lalu seringkali mendapatkan kata-kata seperti ini. Tepatnya di masa SMA. Memang saya terkenal paling jago merangkai kata. Jika ada lomba puisi atau tugas membuat cerita saya dijadikan tumbal. Walaupun pada akhirnya bukan saya yang membacakan puisi itu di depan. Yeah, setidaknya ada rasa bangga sedikit, padahal hanya lingkup satu kelas berisikan 22 orang siswa. Benar kata orang. Waktu dapat menggeruskan impian seseorang. Itu kenapa ketika kecil dulu semangat sekali mengacungkan tangan. Berteriak dengan begitu meyakinkan. "Aku mau jadi polisi..!!" "Aku pengen jadi pilott..!!" "Besok besar aku jadi dokter aja, biar bisa bantu banyak orang..!" Dan masih banyak lagi. Seiring usia bertumbuh, seiring mata yang semakin memahami realitas kehidupan. Impian-impia...